Alumina lebur cokelat terbuat dari bauksit berkualitas tinggi sebagai bahan baku, antrasit, dan serbuk besi. Proses pembuatannya dilakukan dengan peleburan busur listrik pada suhu 2000°C atau lebih tinggi. Alumina kemudian dihancurkan dan diplastisasi menggunakan mesin penggiling otomatis, dipisahkan secara magnetis untuk menghilangkan besi, diayak menjadi berbagai ukuran, dan memiliki tekstur padat dan keras. Bentuknya berupa pelet bulat, cocok untuk produksi keramik, resin abrasif tahan abrasi tinggi, serta untuk penggilingan, pemolesan, sandblasting, pengecoran presisi, dan lain-lain. Alumina ini juga dapat digunakan untuk pembuatan bahan tahan api bermutu tinggi.
Ciri-ciri Kimia dan Fisik | ||||||
| Barang-barang | Al2O3 | Fe2O3 | SiO2 | Kepadatan curah | Warna | Aplikasi |
| Kelas I | ≥95 | ≤0,3 | ≤1,5 | 3,85 | Merah tua | Bahan tahan api, |
| Kelas II | ≥95 | ≤0,3 | ≤1,5 | 3,85 | Partikel hitam | pemolesan halus |
| Kelas III | ≥95 | ≤0,3 | ≤1,5 | 3,85 | Bubuk abu-abu | Pemolesan, penggerindaan |
| Kelas IV | ≥95 | ≤0,3 | ≤1,5 | 3,85 | Partikel hitam | Penggilingan, pemotongan, penyemprotan pasir |
| Kelas V | ≥95 | ≤0,3 | ≤1,5 | 3,85 | Bubuk abu-abu | Pemolesan, penggerindaan |
Ketahanan panas yang tinggi, Ketahanan panas yang tinggi di bawah beban
Ketahanan terhadap terak dan korosi yang baik.
Kepadatan tinggi, porositas rendah, tahan terhadap pengikisan.
Stabilitas terhadap guncangan termal yang baik
Kekuatan tinggi dan ketahanan aus
Ketahanan yang baik terhadap pengelupasan
Kekuatan panas yang baik
1. Alumina lebur cokelat cocok untuk pembuatan alat abrasif berbahan keramik dan resin, digunakan untuk menggerinda logam dengan kekuatan tarik tinggi, seperti baja karbon, baja paduan serbaguna, besi cor lunak, dan perunggu keras, dll.
2. Banyak digunakan sebagai bahan abrasif untuk persiapan permukaan, pembersihan, penggilingan, dan pemolesan berbagai logam, kaca, karet, dan industri cetakan.
3. Bahan ini juga dapat digunakan sebagai bahan tahan api.
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi kami.